Dalam perjalanan sebuah organisasi, tidak jarang kita menyaksikan fenomena yang miris: ketika beberapa anggotanya meraih kesuksesan dan kesempatan peningkatan ekonomi, mereka justru berbalik meninggalkan organisasi yang menjadi tempat mereka bertumbuh. Kesuksesan yang seharusnya menjadi kebanggaan bersama, justru berubah menjadi bukti “kelupaan” akan jasa organisasi yang telah membesarkan mereka.
Wajah-Wajah Kesuksesan yang Terwujud
Berbagai bentuk keberhasilan telah diraih oleh anggota-anggota organisasi ini, antara lain:
- Promosi jabatan ke posisi yang lebih strategis
- Peluang usaha baru yang menjanjikan secara ekonomi
- Peningkatan kualifikasi profesional melalui sertifikasi dan lisensi
- Perluasan jaringan yang membuka akses terhadap kesempatan baru
- Pengakuan publik atas prestasi dan kompetensi yang dimiliki
Perubahan Sikap Pasca Kesuksesan
Setelah meraih berbagai pencapaian tersebut, beberapa anggota menunjukkan perubahan sikap yang mencerminkan “kelupaan” akan asal-usul mereka:
· Minimnya Partisipasi
Kehadiran dalam kegiatan organisasi semakin berkurang dengan berbagai alasan, meskipun sebelumnya aktif berkontribusi.
· Hilangnya Semangat Berbagi
Pengetahuan dan pengalaman yang didapat dari organisasi tidak lagi dibagikan kepada anggota lain.
· Sikap Eksklusif
Mereka mulai membatasi pergaulan dan hanya berinteraksi dengan kalangan tertentu yang dianggap selevel.
· Menghilang Saat Dibutuhkan
Ketika organisasi membutuhkan kontribusi mereka, justru sulit untuk dihubungi.
Peran Organisasi dalam Kesuksesan Anggota
Yang sering terlupakan adalah fakta bahwa organisasi telah menjadi:
- Laboratorium Pengembangan Diri
Tempat mengasah kemampuan, mencoba hal baru, dan belajar dari kesalahan. - Jaringan Dukungan Profesional
Wadah membangun koneksi yang kemudian membuka pintu peluang. - Sumber Ilmu dan Pengetahuan
Berbagai pelatihan dan diskusi yang meningkatkan kapasitas anggota. - Pemberi Legitimasi
Nama organisasi seringkali menjadi “jaminan kredibilitas” bagi anggotanya. - Penyedia Akses
Membuka jalan terhadap sumber daya dan kesempatan yang tidak terjangkau secara individu.
Dampak yang Ditimbulkan
Fenomena ini tidak hanya menyakiti perasaan anggota lain, tetapi juga:
· Melemahkan Semangat Kebersamaan
· Mengurangi Daya Magnetik Organisasi
· Menghambat Regenerasi
· Mengikis Nilai-Nilai Kolektivitas
Refleksi dan Ajakan untuk Membangun Kesadaran
Fenomena ini seharusnya menjadi bahan refleksi bersama. Kesuksesan individu memang patut dirayakan, namun perlu diingat bahwa:
“Tidak ada kesuksesan yang benar-benar berdiri sendiri. Setiap pencapaian selalu dibangun di atas fondasi yang disediakan oleh organisasi.”
Bagi yang telah sukses, mari mengingat kembali: “Akankah saya bisa mencapai posisi ini tanpa organisasi yang telah membentuk dan mendukung saya?”
Membangun Budaya Saling Mengingatkan
- Menjaga Keberlanjutan Hubungan
Menciptakan sistem yang mempertahankan ikatan meski anggota telah sukses. - Memupuk Rasa Terima Kasih
Mengingatkan akan pentingnya menghargai proses yang telah dilalui bersama. - Mendorong Kontribusi Berkelanjutan
Menciptakan ruang bagi anggota yang sukses untuk tetap berkontribusi.
Pada akhirnya, kesuksesan sejati bukan hanya tentang apa yang kita raih untuk diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana kita mampu membawa organisasi yang telah membesarkan kita untuk turut maju bersama. Karena organisasi yang kuat akan melahirkan individu-individu yang unggul, dan individu-individu yang unggul akan memperkuat organisasinya.
Mari menjadi pribadi yang tidak hanya pandai memetik buah, tetapi juga ingat untuk merawat pohon yang telah memberinya kehidupan.
Leave a Reply